KeluargaDikshie’s Weblog

Just another family weblog

Archive for September, 2007

Review: Tokyo Disneyland

Tiket:

Tiket dewasa : ¥5800

Anak-anak sampai dengan 4 tahun : gratis!


Tips1 : sebaiknya beli tiket di Disney Store yg ada di
kota terdekat. Agar begitu sampai di lokasi tinggal mengantri untuk masuk.

Dscf0605_copy_1 Dscf0611_copy

Tiket atau passport ini masih terpakai untuk mengambil tiket FassPass (FP). Namun untuk masuk ke wahana2 bermain tidak perlu diperlihatkan lagi (dan tidak perlu keluar uang lg, selain utk beli mainan dan jajanan).

Kemarin ane dtg hari Senin, tp teteup aja pinuh nuh nuh. Gak kebayang deh gmn kalo pas weekend.

Tips2: begitu berhasil melalui antrian di gerbang masuk, segeralah berlari ke mesin FassPass di dekat wahana2 yg anda incar.

Pengalaman ane, saat mengambil ticket FP atraksi Pooh’s Hunny Hunt pd pkl 11, baru dpt giliran utk pkl 18.30. Gpp deh. Kalau mengantri biasa bisa sampai sejam! Kasian si o’Kan kalau harus menunggu di antrian selama itu.

Atraksi:

Banyak macam wahana sesuai tema design yang terkelompok di seputar CinderellaCastle (Fantasyland, Toontown, Adventureland, Tomorrowland, dll). Di antaranya yg sempet ane jajagi sbb:

Big Thunder Mountain (Roaller Coaster at Westernland)


Roaller coaster dengan desain wahana unik ala kereta tambang pegunungan western. Bentuk bangunan seperti gunung batu merah yg tinggi nan curam. Rel dan gerbong keretanya tampak rapuh dan tua. Sepertinya menjanjikan eh? (sowwy, lupa difoto).

Jangan tertipu dgn antrian panjang di luar. Antrian di dalamnya jauh lebih panjang lg! So, segera ambil tiket FassPass sekitar 5 m di sebelah kiri pintu masuk., dan kembalilah pada waktu yg tertera di tiker FP anda. Hanya butuh 5 menit untuk mengantri (walaupun antrian di jalur FP juga panjang).

Kalau tidak pakai tiket FP, selamat mengantri selama 70 menit! Gak worth it utk atraksi yg hanya 5 menit. Dalam skala deg-degan 1-5, ane beri nilai 2 saja. Lebih serem roaller coaster-nya Dufan. Bunyi kriet-krietnya asli, bukan buatan seperti yg satu ini ;p

Pooh’s Hunny Hunt (Fantasyland)


Dari luar wahana tampak sederhana, buku dongeng raksasa Winnie The Pooh seri cerita ‘Berburu Madu’.

Dscf0627_copy_1Dscf0655_copy_2 Dscf0658_copy_2 Saat di dalam kita seolah benar-benar dibawa masuk ke dalam buku dan menikmati cerita dengan visualisasi multi dimensi. Diiringi sound effect, music, tutur story teller serta celetukan para karakter seperti di filmnya.

O’cawan yang membawa kita menggelosor aktif bahkan ikut melompat-lmpat seiring lompatan T-ger yang dipantulkan projector di dinding. Permainan fx cahaya di tiap ruangan pun berubah-ubah sesuai cerita. Pertama kita seolah berada di langit bersama sejuta taburan bintang, lalu kita masuk dalam imajinasi Winnie yang sedang mabuk madu, dst. Sugoi tanoshi!

 

Tokyo Disneyland Electrical Parade


Pkl 19.30. Gak nyangka ternyata ada moment ini. Untung gak langsung pulang. Poksnya kalo kelewat rugiii… pisan!

Nyesel gak ikut ngetek posisi duduk dari awal. Akhirnya pas parade dimulai sisi jalan udah penuh dgn pengunjung. Kite dpt di belakang, kehalang dikit ama tiang pembatas.

Ugh, paradenya cantiik banget. Kereta-kereta tematik yang membawa tokoh-tokoh Disney muncul satu persatu diiringi puluhan pengiringnya. Istimewanya, semua kostum berselimut lampu-lampu stardust yang bersinar cantik seperti kristal Swarovski.

Dscf0662_copy Dscf0661_copy Dscf0660_copy Permainan effect-nya juga splendid. Contohnya saat Ibu Peri mengucapkan mantra, serta merta busana yang dikenakan Cinderella berubah warna dgn desain lampu kostum yg lebih mewah. Atau saat kereta karang Nemo lewat sambil menyemburkan gelembung sabun ke udara. Rasanya dunia seperti berada di dalam air. Anak-anak balita langsung berdiri dan melompat-lompat menangkap gelembung sabun.

Sulit utk tidak terhanyut dalam buaian imajinasi tokoh-tokoh yg sudah lekat semenjak kita kecil ini. Para ‘badut’ dan actor karakter pun bertingkah dan tersenyum dengan sangat professional. Menyapa setiap pengunjung seolah saat itu adalah hari pertama mereka bekerja. Jadi terharu, hiks…

Souvenir:

Selain toko-toko setipe Disney Store, di Cinderella Castle (dan beberapa lokasi) ada toko Kristal kaca dan Swarovski dgn koleksi desain yg cantik. Ngences abis deh ngeliatnya. Makanya bawa duit yg banyak ye. Dgn modal sekitar ¥2000 udah bisa bawa pulang kok patung kristal kecil berbentuk karakter Disney atau fantasi semacam kuda caroussel, unicorn, etc.

Kalo ane sih kmrn cuma mampu beli satu gantungan Kristal berbentuk kepala Mickey buat liontin tambahan di kalung ane.

Ohya, pulangnya beli coklat jg. Selain krn lapar, bentuk kalengnya lucu sih, seperti kaleng roll film.

Ah, seneng banget dah diajak paNda maen ke sana (mwa-mwa). Musimnya pas (walau sempet ujan). Belum mulai bulan puasa jg. Jd yah cucok deh.

Okeh, kalo mo ajak2 ane maen ke sana lg boleh… tp bayarin yee ;) )~

 

Luv, maNda

Puding Busa Anggur ala maNda

Masih bingung putih telur sisa bikin kastangel mau dikemanain, eh si paNda borong anggur merah dari petani (1kg 900 yen). pdhl di kulkas msh ada anggur hijau. ck, ck.. search resep aja di google. nemu deh resep puding busa jeruk mandarin. jeruknya tinggal diganti anggur aja. pas ada jus grape dikit lagi. insyaAlloh resep berikut boleh dicoba :)

Bahan:                                                                Dscf0589             

- 2 atau 3 putih telur

- 1 bungkus bubuk agar-agar hijau

- 3 sdm gula pasir

- jus grape 100 cc

- air 250 cc

- anggur merah 10 butir (buang bijinya)

- anggur hijau 10 butir (buang bijinya)


Cara membuat:

1. Siapkan cetakan, basahi air dingin. tata anggur di dasar loyang.

2. Didihkan air, bubuk agar-agar dan gula. campurkan jus anggur. aduk-aduk hingga matang. matikan kompor. biarkan hingga uap menghilang. aduk-aduk agar tak mengeras.

3. Tuang 3 sendok sayur cairan agar-agar ke dasar loyang untuk mengikat anggur.

4. Kocok putih telur hingga kaku. lalu masukkan cairan agar-agar yang sudah hangat sambil diaduk rata. tuang ke dalam cetakan agar-agar. dinginkan hingga beku dalam kulkas.

Selamat menikmati. ngga perlu pake vla udah enak kok ;)

Created by maNda, special for Kanda & paNda

Review: KAZUO OGA EXHIBITION

Berawal dari kedatangan ane ke stand Studio Ghibli di Tokyo International Fair Anime bulan maret lalu, ane mendptkan selebaran informasi yg mengantarkan diriku ke kunjungan weekend kali ini.

Setelah search info di google-ku sayang, tergelarlah sedikit profile mengenai sang Kazuo Oga ini. Singkatnya beliau adalah ‘The Man Who Drew Totoro’s Forrest’. Dgn kata lain, seorang background artist andalan Miyazaki Sensei. Hmm… he must be something…

So, berangkatlah ane beserta keluarga, menempuh 1,5 jam perjalanan menuju Museum of Contemporary Art, Tokyo.

Sampai di sana… Uh-oh… Apakah antrian panjang dan tebal (alias 4-5 org dalam 1 shaft) itu semuanya bertujuan sama dgn ane?  

Hai, so desu. 

Tarik nafas… dan anepun bergabung dgn semangat. Maklum, baru diisi nasi unagi dan sedikit mie soba. Setelah mengantri dan kipas2 (panas bo’) sekitar 30 menit, di tangan ane tergenggam secarik tiket seharga ¥1100. Yatta…!

Tapi… apa itu di depan pintu masuk?

Jawab: Sebentuk antrian yg sama tebal dan sama panjangnya dgn antrian yg barusan ane tinggalkan.

Apakah mereka jg bertujuan sama dgn ane?

Hai, so desu.

Jya… he MUST BE really something or I will… ciaatt…caatatatatata!!

Tarik nafaaas… dan sekitar 20 menit kemudian… aahh… AC di dalam ruang pameran memang terasa lebih sejuk. Fiuh… 

Ruang pertama ini berisi kumpulan karya doi di tahun 70an. Canggih. Marvel abis. Mungkin krn waktu itu statusnya msh anak muda ya. Hm, keknya bakal lebih edun nich!

Lalu saat hendak melangkahkan kaki ke ruang yg lebih gelap…

OMIGOD… ANTRIAN APA LAGI INIIIHHH…>>(><)<<

Bused da’ah… ane emang gak ngerti sama info layout pameran yg diberikan (kanji gilak!) tapi ane bertekad gak akan melewatkan satu ruang pun setelah ane memasuki tempat inih! Jya, ganbarimasu!!

Sekitar 20 menit berlalu dalam ruang berbentuk labirin, gelap, dan tanpa musik. Untung di sebelah ane ada sepasang muda mudi yg pintar memanfaatkan keadaan. Ane jd ada sedikit hiburan. Hmm… jd inget masa lalu… hhh… yare yare

Nah itu dia barangnya yg membuat ane mengantri panjang ntuk ketiga kalinya hari ini: sebuah lubang di dinding yg dirambati tumbuhan lumut imitasi.

Apakah itu… benar: Rumahnya Mbah Totoro.

Sebuah diorama yg dibentuk menyerupai rumah Totoro di dasar batang pohon yg besar, dgn fx berkas cahaya menerabas dari atas. Walaupun tak tampak kupu2 yg beterbangan spt dlm filmnya, tp si empunya rumah tampak pulas tertidur dan… bernafas donk. Dadanya naik turun perlahan dan terdengar dengkuran halusnya. Hmm… pengen deh jd May n numpang bobok di situ 8p~


Berikutnya tentu saja, portofolio Kazuo Oga sepanjang sejarah bergabung dgn Studio Ghibli. Setiap masterpiece terpajang rapi di sepanjang dinding ruang-ruang yang dikelompokkan sesuai judul2 film mahakarya Ghibli. Mulai dari Totoro sampai film yg akan premiere summer ini (apa ya td judulnya lupa). Mulai dari background color, preliminary background, design location, sampai layout karya sang Art Director. Setiap layer cel OL, UL, BG ditumpuk dan diframe rapi. Info camera alias Field Guide-nya sih gak ada, udah direuse kali ye.

Well, rasanya hampir gak percaya… inget gak, BG lembah tebing di ceruk pantainya Porcoroso?? Mata ane dan goresan asli masterpieces yg replikanya terpajang di kantor ane dulu, saat ini hanya dibatasi oleh sebingkai kaca pigura!

Gak habis2nya bibir ini mendesis menahan spontanitas yg meluncur dari dasar hati yg paling dalam…

ANJ***NG MAMA…

ORANG GILA…

EDAN!

GAK MUNGKIN, INI PASTI TRACING…

OOOUUGGHHH…

(Hm.. pdhl tereak aja ya. gak ada yg kenal ini. Tp waktu itu ane lg pk rok panjang. Trus rambut dikepang panjang ke belakang. Kalo berkelakuan aneh2 bisa2 malah dideportasi dah. Nih ada emak2 gaijin lepas kandang ;p)

Karya-karya bapak ini sgt detil luar biasa. Setiap helai daun, gradasi rumput, fx shadowing n lightingnya… ck ck ck. Pdhl itu gbr di atas cel animasi lho (semacam plastic gitu). Ayo, gmn coba ngapusnya kalo salah?

Mana ukurannya cuma kertas jepang pula (lebih kecil sedikit dr A4). Ada jg sih yg pake kertas america (sekitar A3) atau model kertas yg disambung2 utk scene w/ BG PANing. Semisal scene saat Kiki meluncur di jalan dibonceng sepeda temennya yg depannya dipasangi baling2, atau saat Mononoke berlari menuruni hutan lebat (layer hutan lebatnya ada 5 bayangin!), and so on.

Setelah sejam-an melalap pemandangan alam Jepun lantai pertama pun berakhir. Yup, msh ada satu lantai lg. tp di antara jeda ruang ane memutuskan mengistirahatkan dengkul (DAN HATI) sembari memanfaatkan facepaper modal penampilan ane natsu ini. Cepeul bo’.

 

Ruang berikutnya ada di lantai 3 (yg barusan lantai 1). Kali ini berisi karya2 Kazuo Oga sebagai illustrator untuk buku dan yg lainnya. Di sini digelar jg proses kerja sang dewa saat melahirkan karyanya melalui presentasi AV dan foto. Bahkan meja kerja sang dewapun terjogrok di salah satu sudut, lengkap dgn hamparan kuas, cat poster dan alat gbr lainnya, wadah aer, tempelan schedule kerja, referensi foto (tuh kann… bisa jd doi tracing! ;DD >> *msh sulit menerima kenyataan*), sampai alat airbrush yg nyangkut di sisi meja. Satu yg lucu adalah bbrp origami berbentuk kura2 yg dibuat entah dr kertas bekas apa dan berisikan apa.

Ingin rasanya meninju pingsan panitia yg lg jagain tempat itu lalu mencomot satu origami kura2 buat kenang2an. Namun lagi2 ya itu… ane takut dideportasi… Xp~

 

Okeh, sepertinya ruang keren2an Master Oga udah berakhir sampe di sini. Di sini, satu ruang yg menampilkan bankground rumah May segede dinding. Dan ane…

LUPA BAWA KAMERA…

Padahal di ruang ini…

BOLEH MOTRET…

Dan di sudut sana ada…

BONEKA TOTORO SETINGGI 2 METER…

 

Anepun melangkah ringan (*udah.. jgn bo’ong*) ke ruang sebelah yg tampak bagaikan kelas playgroup. Ternyata org2 lg pd asik membuat origami Totoro. Ane gak mo ketinggalan donk, dgn pedenya lipat sana lipat sini. Adu cepat dgn ibu2 yg khusuk membuatkan utk anaknya. Dan ane, kalah cepat donk. Hiks, pulang aja dah ane… 

Eh tp sebelum keluar, mampir dulu ke ruang yg menjual buku2 n souvenir Ghibli. Mayan, dpt satu buku proses karya Sang Dewa Background, miniatur sepeda baling2 Kiki dan mobil pick up bokapnya May yg penuh barang2 pindahan (plus May dan kakaknya yg mengintip dr balik tumpukan barang =)))) 

Pamerannya msh sampe bulan September lho. So, kalo kebetulan anda lewat deket2 selatan Tokyo, gak rugi kok mampir. Dgn catatan:

  1. jangan dtg hari minggu kalo gak mo ngantri lama
  2. bawa air minum di tas
  3. BAWA KAMERAAAAAAAA………….!!!

 07290001

via camera hp hubby (yg ga ikut masuk, hiks)

depan museum MO+, Tokyo

Created by maNda

Kentang Goreng Ibu Dikshie

Buat sarapan pagi kalo lupa beli roti atau males pake yg instant *halah, udah instant msh males ;p*

Dscf0572_3 Durasi: 10-15 menit

Bahan utk 3 orang:

- kentang ukuran sedang 3 buah
- keju cheddar
- minyak utk menggoreng
- garam
- bubuk basil & bubuk black pepper kalo ada

Cara mengolah:

Tips 1. Agar kentang gak basah:

Kentang kupas lalu potong2 kotak memanjang (jgn tebel2 yak, kira2 seukuran pangkal sumpitlah). Letakkan di wadah, lalu cuci hingga getahnya hilang. Masukkan 1 sendok garam, aduk2. Lalu cuci kentang dan buang airnya.

Tips 2. Agar kentang kering dan gak berminyak:

Panaskan minyak di wajan. Goreng hingga kentang terendam (tapi jgn sampai tenggelam). Biarkan sejenak. Bila airnya tampak sudah menguap baru boleh diaduk.
Ohya, gorengnya dicicil aja ya perkentang.

Tips 3. Agar keju nempel ke kentang:

Potong keju tipis membentuk lembaran (jangan diparut). Ketika kentang sudah tampak matang, letakkan deh lembaran keju di atas jejeran kentang yg mengapung di atas minyak. Biarkan hingga meleleh, baru diaduk2. Setelah kentang dan keju tampak kecoklatan, angkat.

Letakkan di atas tisu penyerap minyak. Taburi dengan sediikiit aja garam, lalu serbuk basil dan black pepper (kalo yg buat anak sih gak usah).
Hidangkan dgn saos sambel/tomat.

Untuk cemilan sore, dibikin potato chips aja.

Tips 4. Agar kentang crispy dan keringnya rata:

Kentang dipotong slices tipis2 (khan ada alatnya tuh, ati2 kena jari). Lalu ketika menggoreng, lembar kentang dicemplungkan satu persatu ke dalam minyak, jadi gak nempel satu sama lain.

Oks, met nyobain yak =)

Created by maNda, special buat paNda & Kanda